Berita Internasional    Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Powered by Blogger.

Popular Posts


Showing posts with label mata uang. Show all posts
Showing posts with label mata uang. Show all posts

Rupiah Belum Beranjak dari Level Rp13.300/USD

 
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka bergerak stagnan. Meski demikian, Rupiah belum beranjak dari level Rp13.300 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 1 poin atau 0,01 persen berada di Rp13.234 per USD dibandingakan dengan penutupan sebelumnya Rp13.335 per USD.
Pagi ini, Rupiah dibuka pada level Rp13.330 per USD. Adapun untuk pergerakan harian, Rupiah berada pada kisaran Rp13.313- Rp13.350 per USD dengan pergerakan 52 minggu Rp11.483-Rp13.400 per USD.
Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, dolar menguat terhadap mayoritas mata uang di Asia karena meningkatnya kekhawatiran menjelang pengumuman FOMC. Walaupun semakin sedikit investor yang percaya the Fed akan menaikkan suku bunga minggu ini, kejutan bisa saja terjadi.
"Volatilitas yang tinggi dengan kecenderungan pelemahan pada Rupiah serta mata uang di negara berkembang akan terlihat hingga ada kepastian mengenai suku bunga AS,"jelasnya dalam riset, Senin (15/6/2015).
Sementara itu, menurut Yahoofinance Rupiah dibuka pada level Rp13.338 per USD dibandingkan dengan pentupan sebelumnya di level Rp13.310 per USD.
Adapun pergerakan harian Rupiah berada di kisara Rp13.287-Rp13.367 per USD.
(rzk)
 
okezone.com 

Rupiah Terus Melemah, Menkeu Tetap Yakinkan Pasar

 
Suara Jagad -  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus menguat di level Rp13.292 per dolar AS. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun terkoreksi tembus di zona merah yaitu 4.928,81. 
Sejumlah sekuritas dan lembaga ekonomi mulai melakukan intervensi terhadap rupiah. Terkait hal tersebut, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, kondisi saat ini hanya bersifat sementara. 
"Mereka kan melakukannya secara temporer. Kalau kondisi membaik, pasti berubah lagi," Kata Bambang di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Kamis 11 Juni 2015.
Bambang menuturkan, pemerintah akan terus berusaha meyakinkan pasar terkait permasalahan dalam negeri tersebut.
"Ini tantangan untuk kita kedepan," ujarnya menambahkan.
Agar pertumbuhan ekonomi tidak merosot turun lebih dalam lagi, Bambang menegaskan akan memastikan anggaran pencairan berjalan berjalan lancar.
"Kita pastikan kalau ada lelang-lelang Surat Berharga Negara (SBN), pembiayaan dalam kondisi baik."
(mus)

viva.co.id

 
Copyright © 2014 Suara Jagad. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger